Seorang pria berdiri di pinggir tebing dengan tangan terbuka ke langit. Di belakangnya, laut membentang tak berujung. Dari atas, cahaya putih keemasan turun seperti aliran energi yang menyentuh tubuh dan menembus bumi. Di wajahnya ada air mata — bukan karena sedih, tapi karena kelegaan batin setelah melepaskan keterikatan panjang. Di dadanya, cahaya halus berdenyut seperti pusat kesadaran yang telah bangkit. Segalanya sunyi, tapi penuh makna. Tidak ada yang berubah secara fisik, namun semuanya berbeda. Ia telah pulang — bukan ke tempat, tapi ke Diri.
09.07.2025 23:14