Seseorang berdiri di tepi tebing tinggi. Di bawahnya ada kabut tebal, dan di seberangnya tampak daratan lain yang cerah dan damai. Sebuah jembatan batu retak terbentang di antaranya. Ia ragu. Langkahnya tertahan. Di balik tubuhnya, bayangan-bayangan masa lalu membisik — simbol dari keraguan, rasa tak layak, dan trauma lama. Angin berhembus pelan, membawa suara-suara dari kejernihan di seberang, tapi ia masih bergulat — belum tahu apakah harus melompat, berjalan, atau kembali.
09.07.2025 23:10